Rabu, 11 Mei 2016

kebutuhan kalsium untuk manusia dan mamfaat kalsium untuk tubuh manusia



  
kalsium


Tulang sebenarnya adalah jaringan hidup. Anggota national institude aging ( Nia) mengungkapkan bahwa sel khusus yang bernama osteoblas secara terus menerus menghancurkan jaringan sel yang sudah tua. Sementara itu, sel yang bernama osteoblasma bertugas  menggantikannya dengan sel yang baru.
   Ketika orang semakin tua, semakin banyak jaringan tulang yang hilang dibandingkan dengan penggantinya. Akibatnya bagian dalam tulang menjadi keropos, dan tulang menjadi semakin melemah . cara mencegah penyakit itu kita harus memenuhi kebutuhan kalsium yang dibutuhkan oleh tubuh  kita .
   kebutuhan kalsium untuk orang dewasa adalah 1000 mg/hari. Sementara  pada wanita  yang telah memasuki masa menopause, kebutuhannya meningkat menjadi 1.200 mg/hari. Jika seseorang dalam menu hariannya sering mengkomsumsi ikan terutama ikan teri , susu sayuran, keju dan lain sebagainya                  

         
Rincian kebutuhan kalsium :

  • 800 mg untuk dewasa di atas 25 tahun 
  • 1.000 mg setelah usia 50 tahun. 
  • Ibu hamil dan menyusui harus mengkonsumsi 1.200 mg kalsium per hari 


Kebutuhan kalsium anak-anak dan remaja meningkat sesuai usia:
  • Bayi berumur s.d. 5 bulan : 400 mg
  • Bayi 6 bulan s.d. 1 tahun : 600 mg
  • Anak usia 1 s.d. 10 tahun : 800 mg
  • Remaja usia 11 s.d. 24 tahun: 1.200 mg

Manfaat Kalsium Bagi Tubuh Manusia

Ada beberapa manfaat kalsium bagi kesehatan, diantaranya adalah sebagai berikut :
  • Mengaktifkan saraf
  • Melancarkan peredaran darah
  • Melenturkan otot
  • Menormalkan tekanan darah
  • Menyeimbangkan tingkat keasaman darah
  • Menjaga keseimbangan cairan tubuh
  • Mencegah osteoporosis (keropos tulang)
  • Mencegah penyakit jantung
  • Menurunkan risiko kanker usus
  • Mengatasi kram, sakit pinggang, wasir, dan reumatik
  • Mengatasi keluhan saat haid dan menopause
  • Meminimalkan penyusutan tulang selama hamil dan menyusui
  • Membantu mineralisasi gigi dan mencegah pendarahan akar gigi
  • Mengatasi kering dan pecah-pecah pada kulit kaki dan tangan
  • Memulihkan gairah seks yang menurun/melemah
  • Mengatasi kencing manis (mengaktifkan pankreas)
daftar pustaka
Kimball,J.W.1991.Biologi ( Terjemahan).Jakarta:Gramedia Aksara Pratama

Jumat, 06 Mei 2016

mikrobiologi pasca panen ( kasus yang terjadi pada beras)

MIKROBIOLOGI PASCA PANEN ( KASUS PADA BERAS)
     
 Beras sebagai jenis bahan makanan, merupakan substrat yang paling parah ditumbuhi oleh mikroba, terutama oleh jaur dan ragi. Berbagai jenis jamur  dan ragi telah sejak lama diketahui dapat tumbuh dan berkembang didalam beras, terutama yang termasuk kedalam jenis aspergillus, penicillium dan fusarium.

Kehadiran jamur dan ragi pada beras berhubungan erat dan lingkungan tempat asal tersebut yaitu:
11.      Lapangan tempat padi tumbuh dan dipelihara
22.      Kontaminasi selama pengangkutan , pengolahan dan penyimpanan
33.      Udara
44.      Benda benda asing seperti bagian dari tanaman lain, debu,kotoran hewan dan sebagainya  yang terbawa  bersama beras.

  Banyak jenis jamur  dan ragi yang tumbuh pada beras yang disebut dengan jamur gudang. Ini berhubungan erat dengan kehadirannya pada setiap tempat penyimpanan beras dimanapun berada , terutama kalau kondisi tempat tersebut kurang/ tidak dikelola sebagaimana mestinya.
Akibat adanya pertumbuhan jamur dan ragi pada beras, bukan saja akan menyebabkan keadaan yang cepat diketahui seperti:
11.      Penurunan volume atau berat,
22.      Perubahan warna
33.      Kadang –kadang tercium bau asam, tetapi juga ada masalah yang sangat penting yang berhubungan dengan kasus keracunan dan terjadinya gejala penyakit kanker yaitu produksi dan kemudian terjadiakumulasi mikotoksin, atau toksin yang dihasilkan oleh jamur.  mikotoksin atau toksin adalah senyawa ( metabolit sekunder) yang dihasilkan oleh mikroba  yang bersifat racun.

 Bahkan sudah diketahui kalau jenis – jenis jamur tersebut menyerang gabah/ bibit padi , maka adanya penurunan nilai kecambah akan terjadi , besar kecilnya kecilnya tergantung kepada kerusakan yang terjadi adanya pertumbuhan jamur tersebut. Conto jenis jamur  penghasil mikotoksin yang tumbuh pada beras yaitu:
11.      Aspergillus menghasilkan 34 jenis mikotoksin didapatkan pada beras sekitar 32%.
22.      Penicillium menghasilkan 45 jenis mikotoksin didapatkan pada beras sekitar 41%
33.      Fusarium menghasilkan 6 jenis mikotoksin didapatkan pada beras sekitar 17%
44.      Jenis jamur lainya tidak menghasilkan mikotoksin didapatkan pada beras sekitar 10%

FAKTOR LINGKUNGAN

 Jamur dapat tumbuh  dan berkembang pada beras, serta kemudian dapat menghasilkan mikotoksin kalau persyaratan lingkungan nya  terpenuhi. Lingkungan yang sangat besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan jamur serta kemungkinan dapat menghasilkan mikotoksin adalah kadar air, temperatur, nilai substrat dan udara. Ternyata bahwa dengan kadar air saja maka  nilai 14,0% merupakan  batas nilai yang tidak boleh dilampaui kalau beras yang disimpan dapat tahan lama  dan tidak ditumbuhi oleh jenis jamur penghasil mikotosin.

Daftar pustaka 
Suriawiria,U.1978. Mikrobiologi Lingkungan1.umum .Lembaga politehnik Dep.PU-ITB: Bandung





Sabtu, 30 April 2016

hati hati makanan kaleng terdapat bakteri clostridium botulin

                   mengenal  bakteri  Clostridium botulinum dan mencegah bakteri clostridium botulinum pada makanan kaleng .

 Clostridium botulinum
Klasifikasi Ilmiah
Domain           :  Bacteria
Divisi               :  Firmicutes
Kelas                : Clostridia
Ordo                 : Clostridiales
Famili              : Clostridiaceae
Genus              : Clostridium
Spesies            : C. botulinum
Clostridium botulinum adalah bakteri gram positif, membentuk endospora oval subterminal dibentuk pada fase stationar, berbentuk batang, membentuk spora, gas dan anaerobik. Ada 7 tipe bakteri ini yang berbeda berdasarkan spesifitas racun yang diproduksi, yaitu tipe A, B, C, D, E, F. Dan G. Tipe yang berbahaya bagi manusia adalah tipe A, B, E, dan F. Produksi toksin pada daging kering akan dicegah bila kadar air dikurangi hingga 30 persen. Toksin dari Clostridium botulinumadalah suatu protein yang daya toksisitasnya sangat kuat sehingga sejumlah kecil dari toksin ini sudah cukup menyebabkan kematian.
Toksin ini diserap dalam usus kecil dan melumpuhkan otot-otot tak sadar. Sifat toksin ini yang penting adalah labil terhadap panas. Toksin tipe A akan in aktif oleh pemanasan pada suhu 80 ºC selama 6 menit, sedangkan tipe B pada suhu 90 ºC selama 15 menit. Spesies Clostridium botulinumjuga dibagi menjadi 4 grup didasarkan pada perbedaan physiologi seperti terlihat pada tabel 1. Group I semua strain tipe A dan strain proteolitik tipe B dan F. Group II semua strain tipe E dan nonproteolitik strain tipe B dan F. Grup III strain tipe C dan D. Serta grup IV C. Botulinum tipe G yang telah diusulkan diberi nama baru C. argentinense. Pengelompokan ini menyetujui dengan hasil dari studi DNA homologi dan dari 16S dan 23S rRNA sequense studi (82, 83, 103, 149) yang memperlihatkan suatu tingkatan yang tinggi dari hubungan diantara strain-strain dalam tiap-tiap grup, tetapi hubungannya kecil diantara grup.
Tabel 1. Pengelompokan dan karakteristik dari strain Clostridium botulinum
KarakteristikGroup
IIIIIIIV
Tipe neurotoksinA, B, FB, E, FC, DG
Temperatur minimum 
untuk pertumbuhan
10 ºC3ºC15ºCND*
Temperatur optimum 
untuk pertumbuhan
35-40ºC18-25ºC40ºC37ºC
pH minimum untuk 
pertumbuhan
4,6Ca. 5NDND
Penghambat (NaCl)10 %5 %NDND
AW minimum untuk 
Pertumbuhan
0,940,97NDND
D100ºC dari spora25 min<0,1 min0,1-0,9 min0,8-1,12 min
D121ºC dari spora0,1-0,2 min<0,001 minNDND
ND, not determined; Sumber : Doyle, M.P. dkk, 2001
Grup I merupakan strain yang bersifat proteolitik dan strain yang memproduksi neurotoxin tipe A. Temperatur optimum untuk pertumbuhan adalah 37ºC . Level-level tinggi neurotoxin (10 6 mouse LD50/ml) (1 LD50 adalah jumlah neurotoxin yang dibutuhkan untuk membunuh 50 % mice yang diinjeksikan dalam waktu 4 hari) diproduksi secara tipikal di dalam kultur. Spora-sporanya mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap panas, dengan nilai D100ºC sekirar 25 menit ( nilai D adalah waktu yang dibutuhkan untuk menginaktivasi 90% dari populasi pada temperatur yang diberikan). Untuk menghambat pertumbuhan, pH harus dibawah 4,6, konsentrasi gram di atas 10%, atau aktivitas air (aw) dibawah 0,94.
Grup II merupakan strain nonproteolitik, mempunyai temperatur optimum pertumbuhan yang lebih rendah (30ºC), dan mampu tumbuh pada temperature pada rendah sekitar 3ºC. Spora-sporanya mempunyai ketahanan terhadap panas yang lebih rendah, dengan nilai D100ºC kurang dari 0,1 menit. Strain grup II dihambat dengan pH dibawah 5,0, konsentrasi garam di atas 5%, atau aw kultur bakteri ini biasanya ditingkatkan dengan treatmen menggunakan tripsin, yang mengaktifkan neurotoksin.
Grup III termasuk strain-strain tipe C dan D, yang tidak dikategorikan sebagai botulism manusia tetapi menyebabkan botulism pada hewan. Konsekuensinya grup ini tidak dipelajari secara detail. Strain ini merupakan strain nonproteolitik dan tumbuh optimal pada suhu 40ºC dan hanya pada temperatur sekitar 15ºC.
Grup IV merupakan strain yang memproduksi neurotoksin tipe G, tumbuh optimal pada suhu 37ºC dan mempunyai temperatur minimal pertumbuhan pada 10ºC. Spora-spora jarang terlihat dan mempunyai ketahanan terhadap panas yang lebih baik, dengan nilai D104ºC adalah 0,8 sampai 1,12 menit.
Gambar Clostridium botulinum group I
 Keracunan Makanan oleh Clostridium botulinum
Akhir-akhir ini kasus keracunan makanan merebak di masyarakat. Seringkali terdengar beberapa orang harus dirawat dirumah sakit, bahkan ada yang meninggal setelah mengkonsumsi makanan tertentu. Keracunan makanan kadang menghantui masyarakat, mengingat begitu banyak ragam makanan yang beredar di pasaran, yang terkadang sulit untuk memilih jenis makanan mana yang aman dikonsumsi. Keracunan makanan dikelompokkan menjadi 3 jenis yaitu keracunan kimia, karacunan tanaman, dan keracunan oleh mikroba. Keracunan makanan oleh kimia, biasanya disebabkan karena kurang hati-hati dalam cara persiapan makanan, pengolahan atau penyimpanan. Jenis keracunan makanan tersebut biasanya disebabkan karena bahan makanan tercemar oleh pestisida, parafin, deterjen atau senyawa kimia lain yang sering digunakan untuk mensterilkan makanan. Keracunan oleh senyawa racun alami yang terdapat di dalam tanaman dapat mengganggu kesehatan konsumen, bila terkonsumsi dalam jumlah yang cukup banyak, misalnya dari beberapa jenis jamur yang menghasilkan racun dan racun dari yang dihasilkan oleh tanman-tanaman tertentu misalnya singkong yang mengandung HCN.
Keracunan oleh mikroba adalah jenis keracunan yang paling banyak dan sering ditemui di masyarakat. Makanan menjadi beracun karena telah terkontaminasi dengan jenis bakteri tertentu, yang karena dibiarkan tumbuh dan berkembang biak selama penyimpanan, sehingga dapat membahayakan konsumen. Cara terjadinyanya keracunan tersebut disebut intoksikasi. Beberapa jenis bakteri tertentu dapat menimbulkan karacunan makanan dengan cara infeksi. Inrtoksikasi, pada umumnya dapat dibedakan dengan infeksi. Beberapa bakteri tertentu memproduksi toksin sewaktu mereka tumbuh dan berkembang biak di dalam makanan. Bila toksin tersebut diproduksi di luar sel bakteri, maka toksin tersebut disebut eksotoksin. Eksotoksin tersebut mampu bercampur secara bebas dengan lingkungan dan dapat dipisahkan dari bakterinya. Eksotoksin bukan merupakan sel hidup tetapi merupakan suatu senyawa yang bersifat racun, senyawa tersbut dapat dirusak oleh panas tetapi kadang-kadang lebih banyak diperlukan panas untuk toksin daripada bakteri yang memproduksinya. Karena itu meskipun bahan pangan telah dipanaskan, sehingga cukup untuk memusnahkan bakteri, tetapi eksotoksinnya masih tetap ada dan aktif Eksotoksin, sehingga bila termakan masih dapat menyebabkan keracunan. Sebagai contoh sel bakteri bentuk vegetatif biasanya mati pada pemanasan 2 menit pada suhu air mendidih, sedang eksotoksinnya baru rusak dan menjadi non-aktif setelah waktu 30 menit pada air mendidih. Toksin yang diproduksi merangsang lambung secara cepat, dan kadang-kadang menyebabkan muntah-muntah hanya dalam waktu 2 jam setelah makan. Biasanya gejala muntah-muntah tersebut diikuti dangan rasa mulas, sakit perut dan mencret-mencret. Keracunan makanan karena infeksi, disebabkan karena sel bakteri yang hidup. Bakteri-bakteri tumbuh dan berkembang biak di dalam makanan tetapi tidak memproduksi toksin di luar sel. Bakteri tersebut dapat menyebabkan makanan beracun karena di dalam sel bakteri terdapat toksin. Jenis racun tersebut disebut endotoksin. Endotoksin tersebut tidak dapat dikeluarkan dari dalam sel, kecuali sel-sel bakteri tersebut mati. Jika makanan terkontaminasi dengan jenis bakteri tersebut dan kemudian dikonsumsi manusia dan masuk kedalam saluran pencernaan tidak akan menyebabkan sakit sampai jumlah bakteri yang mati menjadi cukup jumlahnya sehingga dapat mengeluarkan toksin dalam jumlah yang cukup untuk merangsang lambung dan saluran usus besar. Gejala yang muncul berupa kepala pusing, demam, diare, dan muntah-muntah.
Keracunan yang ditimbulkan oleh mikroba cukup banyak. Berbagai jenismikroba dapat memproduksi toksin yang dapat membahayakan konsumen bila terkonsumsi. Salah satu jenis mikroba yang mengandung toksin yang dapat menyebabkan kerusakan syaraf adalah Clostridium botulinum. Keracunann yang ditimbulkan akibat memakan makanan yang mengandung neurotoksin yang diproduksi oleh Clostridium botulinum disebut ”botulism”. Toksin (racun) yang dihasilkan bersifat yermolabil. Pemanasan pangan sampai suhu 80º C selama 30 menit cukup untuk merusak toksin. Sedangkan spora bersifat resisten terhadap suhu pemanasan normal dan dapat bertahan hidup dalam pengeringan dan pembekuan.
Racun botulinum mempengaruhi orang dari segala usia dengan mengganggu saraf tertentu dari fungsinya, sehingga mengakibatkan kelumpuhan otot, karena racun ini bersifat neurotoksin. Gejala-gejala penyakit botulisme yaitu pandangan ganda, kelopak mata terkulai, bicara melantur, mulut kering, pandangan kabur, kesulitan menelan, kelumpuhan otot. Gejala botulisme pada bayi yaitu tampak lesu, mengangis lemah, sembelit, nafsu makan buruk, otot lisut. Jika gejala penderita penyakit ini tidak segera teratasi, maka akan terjadi kelumpuhan dan gangguan pernafasan. Penyebaran botulisme tidak seperti penyakit menular, botulisme tidak menyebar dari satu orang ke orang lain. Penularan botulisme terjadi karena orang mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi spora botulinum, luka terinfeksi botulinum dan ketika bayi mengkonsumsi spora botulinum
 cara Pencegahan bakteri clostridium botulin
Tidak ada penanganan spesifik untuk keracunan ini, kecuali mengganti cairan tubuhyang hilang. Kebanyakan keracunan dapat terjadi akibat cara pengawetan pangan yang keliru (khususnya di rumah atau industry rumah tangga), misalnya pengalengan, fermentasi, pengawetan dengan garam, pengasapan, pengawetan dengan asam atau minyak.
Bakteri ini mencemari produk pangan dalam kaleng yang beredar asam rendah, ikan asap, kentang matang yang kurangbaik penyimpanannya, pie beku,telur ikan fermentasi, seafood, dan madu. Tindakan pengendalian khusus bagi industri terkait bakteri ini adalah penerapan sterilisasi panas dan penggunaan nitrit pada daging yang dipasteurisasi. Sedangkan bagi rumah tangga atau pusat penjualan makanan antara lain dengan memasak pangan kaleng dengan seksama (rebus dan aduk selama 15 menit), simpan pangan dalam lemari pendingin terutama untuk pangan yang dikemashampa udara dan pangan segar atau yang diasap. Hindari pula mengkonsumsi pangan kaleng yang kemasannya telah menggembung.
E. Pengobatan
Pengobatan membutuhkan pembersihan jalan nafas, ventilasi dan antitoksin polivalen intravena.
DAFTAR PUSTAKA
Budiyanto,Agus K.2003.Mikrobiologi Terapan. Malang: UMM Press
Doyle M.P. Beuchat L.R. Montville T.J. 2001.Food Microbiology Fundamentals and Frontiers 2
nd Edition, ASM Press Washington.D.C.

Rabu, 27 April 2016

pemamfaatan cocor bebek untuk kesehatan manusia

melestarikan dan memamfaatkan tanaman cocor  bebek untuk kesehatan

manfaat daun cocor bebek

Cocor bebek merupakan tanaman asli dari Madagaskar. Kesamaan iklim dan cuaca yang hampir sama dengan Indonesia, membuat cocor bebek tumbuh subur dan semakin dikenal oleh masyarakat sebagai bahan obat alternatif. Cocor bebek termasuk pada suku Crassulaceae, tanaman ini tersebar di daerah tropis, ditanam di halaman rumah sebagai tanaman hias yang berguna atau tumbuh liar di tepi jurang, tepi jalan, dan tempat-tempat lain yang tanahnya berbatu pada daerah panas dan kering. Tanaman cocor bebek tidak hanya dimanfaatkan sebagai tanaman hias, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk pengobatan karena daun cocor bebek mengandung magnesium malat, asam apel, damar, dan lendir.
Tanaman ini terkenal karena metode reproduksinya melalui tunas daun (tunas/adventif), Cocor bebek merupakan tanaman yang tidak butuh banyak air. Ia dapat tumbuh di lingkungan yang kering dan panas, selama ia mendapatkan cahaya yang cukup banyak.

Tanaman cocor bebek ini adalah tanaman yang tidak rewel dan sangat mudah beradaptasi dengan lingkungannya. Untuk menanam cocor bebek, cukup lepaskan sehelai daunnya dan letakkan di sebuah media tanam yang telah disediakan sebelumnya.

Dalam beberapa hari, akar dan tunas akan muncul di pangkal daun. Akar dan tunas iniah yang akan tumbuh besar menjadi tanaman cocor bebek. Media tanam yang baik untuk menanam cocor bebek adalah media tanam yang merupakan campuran tanah gembur, pupuk, sekam bakar, dan pasir yang diaduk sehingga menjadi satu.

Pot yang ideal untuk menanam cocor bebek adalah pot tanah. Meski demikian, pot plastik pun bisa digunakan selama pot tersebut memiliki lubang drainase yang mencukupi. Di dasar pot, simpan pecahan batu bata dan genting. Setelah itu baru masukkan campuran tanah gembur, pupuk, sekam bakar, dan pasir secukupnya. 


khasiat daun cocor bebek yaitu untuk mengatasi kulit terkelupas, radang payudara, radang amandel, radang lambung, radang telinga luar, rheumatik, memar, tulang patah, wasir, diare, disentri, luka darah, luka bakar dan luka akibat tersiram air panas. Penelitian yang dilakukan oleh Supratman beserta rekan-rekan dari Divisi Biokimia Terapan Osaka Prefecture University di Sakai, Jepang, menunjukkan bahwa isolasi terhadap lima bufadienolides dari daun sosor bebek mempunyai efek menghambat pengaktifan antigen awal virus Epstein-Barr (EBV-EA) pada sel Raji yang disebabkan oleh tumor. Selain bufadienolides, cocor bebek yang mempunyai rasa sedikit asam, lunak, dan dingin ini juga mengandung zat asam lemon, zat asam apel, vitamin C, alkaloid, flavonoid, quercetin-3-diarabinoside, dan kaempferol-3-glucoside. Kandungan kimia tersebut membuat cocor bebek bisa digunakan untuk berbagai pengobatan.

Kandungan Kimia Cocor Bebek : 
  • Zat asam lemon,
  • zat asam apel,
  • vitamin C,
  • quercetin,
  • diarabinoside,
  • asam malat,
  • damar,
  • zat lendir,
  • magnesium malat,
  • kalsium oksalat,
  • asam formiat,
  • tanin,
  • kaempferol dan glucoside.
 Cara mengolah cocor bebek menjadi obat

Cocor Bebek untuk Obat Asma Cara pengobatannya adalah siapkan daun cocor bebek dan dikeringkan lalu direbus sampai airnya tersisa setengah. Kemudian diminum secara teratur.

Cocor Bebek untuk Obat Luka
Resep cara penggunannya adalah : Ambil daun cocor bebek secukupnya kemudian ditumbuk atau dilumatkan kemudian diberi sedikit air. Oleskan tumbukan daun tersebut ke bagian tubuh yang terluka dan biarkan kering.Ganti olesan obat luar ini setiap 3 jam.

Cocor Bebek Untuk Sakit Perut
Caranya, tumbuk beberapa helai daun cocor bebek dan daun dadap serep. Tambahkan sedikit air agar tidak terlalu kental lalu oleskan ke perut.

Cocor Bebek Untuk Obat demam
Lumatkan daun cocor bebek sampai halus kemudian oleskan pada dahi. Oleskan lumatan daun tersebut sebanyak 2 kali dala sehari.

Cocor Bebek Untuk Obat bisul dan memar
Siapkan 30 – 60 gram daun cocor bebek, hancurkan lalu peras. Tambahkan sedikit madu lalu minum.
Daun cocor bebek yang telah diperas bisa digunakan sebagai obat oles ke atas bisul atau memar

Mengobati radang telinga luar
Caranya: Remas-remas 5 – 10 daun cocor bebek lalu peras airnya. Gunakan air tersebut sebagai obat tetes telinga. Teteskan sedikit saja, jangan terlalu banyak.

Cocor Bebek Untuk Obat amandel
Remas 5 – 10 helai daun cocor bebek lalu peras. Gunakan airnya sebagai obat kumur. Kumur mulut dan pangkal tenggorokan dengan air daun cocor bebek setiap hari sampai sembuh.

Mengobati bekas gigitan nyamuk
Tumbuk halus 5 – 10 helai daun cocor bebek lalu peras airnya. Gunakan air tersebut sebagai pengoles luka gigitan nyamuk. Agar hasilnya lebih mudah terlihat, lakukan pengolesan sebanyak 3 kali dalam sehari sampai benar-benar sembuh.

Mengobati keseleo
Siapkan 10 helai daun cocor bebek lalu haluskan. Bubuhkan ke bagian tubuh yang keseleo dan diamkan selama 30 menit lalu bersihkan. Ulangi pengobatan ini 3 kali dalam sehari sampai benar-benar sembuh.

Cocor Bebek Untuk Sakit Gigi
Giling halus beberapa helai daun cocor bebek lalu bubuhkan di atas pipi yang membengkak. Lakukan sesering mungkin.

Cocor Bebek untuk Obat Ambeien
Mengatasi wasir, Daun cocor bebek dicuci bersih, diangin anginkan sampai kering lalu ditumbuk sampai menjadi bubuk. Seduh satu sendok bubuk dengan air panas dalam cangkir, tambahkan satu sendok madu, minum hangat hangat 3x/hari.
Cocor Bebek Untuk nyeri lambung
Caranya siapkan 5 lembar daun cocor bebek diperas tambah sedikit garam dan diminum air perasan nya.

Cocor Bebek Untuk Obat muntah darah
Siapkan 7 lembar daun cocor bebek dilumatkan, tambahkan gula merah, tim dan minum selagi hangat.

Catatan Penting:
Wanita hamil dilarang menggunakan obat cocor bebek. Jangan mengonsumsi ketika hamil karena dapat merangsang kontraksi rahin dan jangan mengonsumsi secara terus-menerus dalam waktu yang lama karena dapat menekan sistem kekebalan tubuh.





Selasa, 26 April 2016

nikmat dan bermamfaat untuk kesehatan sensasi dari buah andaliman

 mamfaat buah andaliman

Andaliman adalah salah satu rempah bumbu masakan khas yang berasal dari daratan Asia. Dalam klasifikasinya, Andaliman tergolong dalam suku Jeruk-jerukan dan mempunyai manfaat paling umum yaitu penambah rasa pada setiap masakan dan hal ini paling umum pada derah batak. Andaliman sering juga disebut merica dikarenakan mempunyai rasa pedas dan menggetarkan dilidah ketika kita mengkomsumsinya.
Kandungan Gizi atau nutrisi Andaliman adalah :

  Andaliman mengandung energi sebesar 99 kilokalori, protein 4,6 gram, karbohidrat 18 gram, lemak 1 gram, kalsium 383 miligram, fosfor 107 miligram, dan zat besi 2,9 miligram.  Selain itu di dalam Andaliman juga terkandung vitamin A sebanyak 0 IU, vitamin B1 3 miligram dan vitamin C 14,7 miligram.  Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Andaliman, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100 %.

 Komposisi Kandungan Nutrisi/Gizi Pada Andaliman :

Nama Bahan Makanan : Andaliman
Nama Lain / Alternatif : - 
Banyaknya Andaliman yang diteliti (Food Weight) = 100 gr 
Bagian Andaliman yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 100 %
Jumlah Kandungan Energi Andaliman = 99 kkal
Jumlah Kandungan Protein Andaliman = 4,6 gr
Jumlah Kandungan Lemak Andaliman = 1 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Andaliman = 18 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Andaliman = 383 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Andaliman = 107 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Andaliman = 2,9 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Andaliman = 0 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Andaliman = 3 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Andaliman = 14,7 mg
Khasiat / Manfaat Andaliman : - (Belum Tersedia) 
Huruf Awal Nama Bahan Makanan : A 
Sumber Informasi Gizi : Berbagai publikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta sumber lainnya.

  • Energi
  • Lemak
  • Protein
  • Fosfor
  • Kalsium
  • Vitamin A, B1, Dan C
  • Zat Besi
  • DLL.
Manfaat Andaliman Untuk Kesehatan :
  • Sebagai antioksidan alami yang sangat baik untuk menjaga daya tahan tubuh terhadap segala serangan radikal bebas.
  • Sebagai penambah darah alami.
  • Melancarkan peredaran darah dan menghindari penggumpalan.
  • Menyehatkan mata dan menjernihkan pandangan.
  • Menguatkan tulang dan gigi.
  • Menjaga kinerja otak.
  • DLL.
Manfaat Andaliman Untuk Kecantikan :
  • Mencegah Kulit wajah pucat.
  • Melancarkan menstruasi atau datang bulan.
  • Sebagai bahan untuk aroma terapi.
  • DLL.
Dari beberapa fungsi yang sudah dilihat diatas, mungkin teman teman sudah sedikit paham mengenai apa saja kegunaan Andaliman tersebut. Namun ada juga dari beberapa kalangan masyarakat yang memaksimalkan pembudidayaan dari andaliman untuk meningkatkan ekonomi mereka. Salah satu contoh masakanyang sering menggunakan bumbu Andaliman tersebut adalah : Sambal, Nasi goreng, Kuah ikan, Gulai dll. Dan yang paling banyak digunakan adaliman.

Daftar pustaka
http://www.organisasi.org/1970/01/isi-kandungan-gizi-andaliman-komposisi-nutrisi-bahan-makanan

pembudidayaan terong belanda

         PEMBUDIDAYAAN TERUNG BELANDA (Cyphomandra betacea Sendt.)


   
     Gambaran Umum Terung Belanda Terung belanda atau terung belanda adalah jenis tanaman anggota keluarga terung-terungan (Solanaceae) yang mulai di kembangkan di Bogor Jawa Barat sejak tahun 1941. Di Indonesia terung ini mungkin pertama kali dibawa dan dikembangkan di Indonesia oleh orang Belanda pada waktu itu sehingga dikenal dengan nama terung belanda, padahal buah tersebut berasal dari daerah Amazon di Amerika Latin (Wikipedia, 2010). Samadi (2001).
 mengklasifikasikan terung belanda sebagai berikut:
 Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Asteridae
 Ordo: Solanales
 Famili: Solanaceae (suku terung-terungan)
 Genus: Cyphomandra
Spesies: Cyphomandra betacea Sendtn.
      Terung belanda berupa perdu yang rapuh, tingginya 2 – 3(kurang dari 8 meter), memiliki pangkal batang yang pendek dengan percabangan yang lebat. Terung belanda memiliki tipe daun tunggal, berselang-seling, bentuknya bulat telur sampai bentuk jantung, berukuran (10 – 35) cm x (4 – 20) cm, pinggiran (margo) rata, berbulu halus, tulang daun menonjol, berujung lancip dan pendek, biasanya daun-daun itu berada hampir di ujung pucuk, memiliki aroma khas seperti bau lembu kutub; panjang tangkai daun sekitar 7 – 10 cm. Bunga berada dalam rangkaian kecil di ketiak daun, dekat ujung cabang, berwarna merah jambu sampai biru muda, berdiameter sekitar 1 cm, bagian-bagian bunga berbilangan lima; daun mahkota berbentuk genta, bercuping lima; benang sari 5 utas, berada di depan daun mahkota, kepala sari tersembunyi dalam runjung yang bertentangan dengan putik; bakal buah beruang dua, dengan banyak bakal biji, kepala putiknya kecil. Buahnya berupa tipe buah buni yang berbentuk bulat telur sungsang atau bulat telur, berukuran (3 – 10) cm x (3 – 55) cm, meruncing ke dua ujungnya, bergelantungan, bertangkai panjang, daun kelopaknya tidak rontok, kulit buah tipis, licin, berwarna lembayung kemerah-merahan, merah jingga sampai kekuning-kuningan; daging buahnya mengandung nutrisi, agak asam sampai manis, berwarnkehitam-hitaman sampai kekuning-kuningan. Bijinya bulat pipih, tipis, dan keras. Kandungan : Kulit buah terung belanda mengandung suatu zat yang rasanya pahit.
Di daerah tropik terung belanda dapat tahan hidup di ketinggian 1000 m dpl. atau lebih; terung ini masih dapat hidup di atas 2000 m dpl, jika suhu bulanan rata-ratanya tetap di atas 10° C dan embun, yang dapat membunuh tanaman muda dan daun serta ujung pucuk tanaman dewasa. Di dataran rendah, pohon terung belanda tidak mampu berbunga, sedangkan udara sejuk dapat mendorong pembungaan. Oleh karena itu, tanaman ini berbuah matang pada musim dingin di daerah subtropik, dan jika ditanam di daerah tropik buah matang sesudah terjadi udara dingin. Rasa buah akan menjadi lebih baik pada hari-hari cerah yang panas dan malam-malam yang dingin pada musim kemarau di daerah tropik daripada selama musim dingin dl dataran tinggi. Terung belanda tumbuh baik di tanah yang baik drainasenya, karena bahan organik dan kelembapannya sedang. Tanaman ini tidak tahan terhadap genangan air, walaupun hanya untuk 1 – 2 hari. Tanaman ini berakar dangkal, karenanya mudah roboh, juga cabang-cabangnya yang rapuh itu mudah sekali patah jika sedang berbuah lebat.
TEHNIK PEMBUDIDAYAAN TERUNG BELANDA
1.Persemaian Benih
Persamaian benih  merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha budidaya terung belanda. Benih yang baik akan menghasilkan tanaman yang tumbuh dengan bagus. Benih yang kurang bagus akan menghasilkan tanaman yang pertumbuhannya tidak normal sehingga memberikan hasil yang kurang memuaskan atau bahkan tanaman tidak tumbuh sama sekali. Tanaman terung belanda (Cyphomandra betacea Sendtn) merupakan tanaman yang dapat menghasilkan biji. Persemaian tanaman ini dilakukan lebih awal, karena persemaian tanaman ini memerlukan waktu yang lebih lamadibandingkan persemaian tanaman budidaya yang lainnya. Diperlukan waktu sekitar lebih kurang 6 minggu (1,5 bulan) sebelum dapat tumbuh. Adapun cara persemaian tanaman ini adalah yaitu
11.      terlebih dahulu dicari biji terung belanda yang sudah tua. Cara mendapatkan biji yang tua adalah dengan mencari buah yang telah masak.
22    Proses selanjutnya adalah melakukan pengeringan atau penjemuran terhadap biji tersebut di bawah sinar matahari selama lebih kurang 2 hari sampai benar-benar kering.
33    Dilanjutkan dengan pembuatan tempat persemaian pada lahan yang terbuka yang aman dari gangguan hewan penggangu. Luas lahan yang digunakan sebagai tempat persemaian disesuaikan dengan banyaknya biji yang ada.Adapun perbandingannya adalah 200 biji/m2).
4.      Tempat persemaian ini dicampur dengan pupuk kompos lebih kurang 5 Kg/m2.Dilakukan pencampuran antara pupuk kompos dengan tanah pada lahan guna pemerataan pupuk di seluruh lahan.
5.      Kegiatan dilanjutkan dengan penyemaian (penaburan) biji terung belanda yang telah kering secara merata.
64    Tahapan selanjutnya adalah biji yang telah disemaikan ditutup kembali dengan tanah dengan ketebalan sekitar lebih kurang 1 – 2 cm. Penutupan ini dilakukan bertujuan agar biji terung belanda terhindar dari kerusakan fisik dan terhindar dari sinar matahari langsung. Setelah 6 minggu, biji terung belanda baru dapat tumbuh. Setelah umur persemaian sekitar 6 minggu, bibit terung belanda akan dapat tumbuh. Pada umur sekitar 10 minggu, bibit akan memiiliki daun induk. Ini artinya bahwa bibit siap dipindahkan ke lahan/ tempat yang sudah disediakan. Benih bisa dipindahkan ke lahan apabila sudah mencapai ketinggian lebih kurang 20 – 25 cm.
     Secara sistematis, pembuatan benih secara sendiri dapat dilakukan dengan langkah berikut ini:
 1)Pilih tanaman induk yang sehat, tumbuh subur, berumur genjah dan berproduksi tinggi 2)Pilih buang terung yang sudah tua yang ditandai dengan warna buah yang merah tua, agak keriput dan kering. Kemudian buah terung tersebut dibelah memanjang dan diambil bijinya. 3)Biji tersebut dijemur hingga kering. Pisahkan dan buang biji yang cacat atau hampa, sedangkan biji yang berkualitas tinggi disimpan dalam wadah plastik atau kaleng dan ditutup rapat sebelem di semaikan.
 2.Pengolahan lahan Dalam bidang pertanian,
tanah merupakan tempat bercocok tanam yang tersusun atas bagian-bagian batuan, mineral, dan bahan organik yang lapuk pada lapisan atas karena proses waktu. Untuk memperoleh tanah (lahan) yang baik untuk pertumbuhan tanaman komoditi, maka diperlukan langkah-langkah dalam pengolahan tanah, yaitu penggemburan dan pemberian pupuk dasar.
v  Penggemburan tanah berguna agar terdapat ruang pori-pori yang dapat diisi oleh air tanah dan udara yang penting bagi pertumbuhan tanaman terung belanda. Sedangkan pemberian pupuk kandang berguna untuk menambah nutrisi kedalam tanah, sehingga ketersediaan nutrisi tanah mencukupi untuk pertumbuhan tanaman terung belanda. Pertumbuhan tanaman budidaya terung belanda sangat dipengaruhi oleh keadaan fisik dan struktur lahan tanamnya. Untuk itu perlu dilakukan pengolahan tanah. Kegiatan pengolahan tanah secara umum sebelum menanam tanaman komoditi adalah penggemburan tanah. Pada tahap penggemburan tanah, untuk jenis semua tanaman akan mempunyai perlakuan yang relatif hampir sama.
p    penggemburan tanah dapat menciptakan kondisi yang dibutuhkan oleh tanaman agar mampu tumbuh dengan baik. Tahapan penggemburan ini meliputi pencangkulan untuk memperbaiki struktur tanah serta sirkulasi udaranya dan pemberian pupuk organik sebagai pupuk dasar untuk memperbaiki struktur fisik serta kimia tanah yang akan menambah kesuburan lahan. Tanah yang hendak digemburkan mula-mula harus dibersihkan dari bebatuan, rerumputan, semak atau bahkan pepohonan yang tumbuh. Proses pengolahan lahan ini dilakukan oleh petani dilakukan pada saat persemaian terung belanda akan siap ditanam ke lahan. Berbeda dengan tanaman komoditi yang lain, dimana persemaian dengan pengolahan lahan dilakukan secara bersamaan. Perbedaan ini disebabkan karena persemaian tanaman terung belanda membutuhkan waktu yang relatif lebih lama dibanding komoditi yang lainnya. Luas lahan yang akan diolah disesuaikan dengan banyaknya jumlah bibit terung belanda yang ada. Dalam pengolahan lahan, selain menggemburkan tanah dan melakukan pemupukan, juga dilakukan pencabutan rumput-rumput (gulma) di sekitar lahan. Gulma yang telah dicabut, dapat dibenamkan (dikubur) kembali ke dalam tanah sebagai pupuk tambahan.
 3.Penanaman Sebelum dilakukan penanaman bibit terung belanda
 terlebih dahulu lahan harus diolah agar tanah menjadi gembur, lalu diratakan. Tahapan selanjutnya adalah pembuatan lubang tanam yang memiliki kedalaman lebih kurang 25 – 30 cm dengan jarak antar tanaman sekitar 1,5 – 2 meter. Lubang tanam yang telah dibuat ini selanjutnya diisi pupuk dasar (pupuk kandang) dan pupuk buatan (pupuk NPK) dengan volume lebih kurang 3 Kg pupuk kandang berbanding 100 gr pupuk NPK.Selanjutnya lubang ini ditanam kembali dengan tanah dengan ketebalan sekitar 15 – 20 cm.
Tahapan selanjutnya adalah memindahkan bibit terung belanda dari tempat persemaian ke lubang tanam yang telah siap. Penanaman bibit ini dilakukan dengan kedalaman lebih kurang 5 cm dari pangkal benih.
 4.Perawatan (Pemeliharaan)
Perawatan tanaman terung belanda meliputi proses pemupukan dan pengendalian hama dan penyakit. Pupuk merupakan kunci dari kesuburan tanah karena berisi satu atau lebih unsur untuk menggantikan unsur yang habis teresap tanaman. Jadi memupuk berarti menambah unsur hara ke dalam tanah (pupuk akar) dan tanmaan (pupuk daun). Pemupukan dilakukan untuk mencukupi atau menambah zat-zat makanan yang berguna bagi tanaman dari dalam tanah, atau dengan kata lain supaya zat-zat makanan untuk tanaman terung belanda bertambah.Dalam rangka memperoleh hasil dan mutu yang tinggi pada usaha-usaha penanaman, perlu dilakukan berbagai usaha, sehingga zat-zat hara yang tidak dapat diserap menjadi siap untuk diserap. Usaha-usaha tersebut dilakukan dengan jalan pemupukan. Pemupukan tanaman ini dilakukan dilakukan beberapa kali. Hal ini disebabkan karena tanaman terung belanda memiliki umur yang panjang dan masa produktif yang cukup lama, yaitu sekitar 3 – 4 tahun. Pemupukan tanaman ini dilakukan dengan cara membuat lubang melingkar atau parit melingkar di sekeliling pohon pada batas paling luar kanopi tanaman. Kedalama lubang atau parit ini sekitar 15 – 20 cm. Selanjutnya lubang ini diisi dengan pupuk kandang dan pupuk buatan (NPK). Interval pemupukan dilakukan setiap 6 bulan sekali sampai habis masa produktif. Pemupukan pertama dilakukan setelah tanaman berumur lebih kurang 24 minggu (6 bulan) mulai dari waktu penanaman. Pada pemupukan pertama ini, volume pupuk yang diberikan adalah 2 Kg pupuk kandang berbanding 100 gr pupuk buatan (NPK). Pada saat ini dapat juga langsung dilakukan penyiangan pada areal sekitar tanaman. Pemupukan kedua dilakukan setelah tanaman berumur 1 tahun. Volume pupuk yang diberikan adalah lebih kurang 5 Kg pupuk kandang dan 250 pupuk buatan (NPK). Selanjutnya pemupukan ketiga dan selanjutnya dilakukan setiap 6 bulan sekali. Volume pupuk yang diberikan yaitu lebih kurang 8 Kg pupuk kandang dan 0,5 Kg pupuk buatan (NPK). Pemupukan dilakukan terus menerus sampai masa produktif tanaman habis. Selain pemupukan, pengendalian hama dan penyakit sangat penting dalam perawatan tanaman. Tidak selamanya tanaman komoditi dalam kondisi baik, tetapi pada suatu ketika banyak juga gangguan yang bisa merusaknya.
 Gangguan-gangguan itu biasanya disebabkan oleh hama, penyakit atau sebab-sebab lain. Hama dan penyakit itu biasanya merusak seluruh bagian tanaman. Untuk menyelamatkan dan meningkatkan produksi, perlu dilakukan tindakan pengelolahan hama dan penyakit. Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman terung belanda jarang dilakukan terkecuali pada saat iklum atau musim yang sangat ekstrim, seperti kemarau yang berkepanjangan. Pada saat ini biasanya tanaman mudah diserang hama dan penyakit. Untuk menanggulangi serangan hama dan penyakit, biasanya dilakukan penyemprotan dengan menggunakan pestisida (fungisida dan insektisida), yaitu antracol dan curacron dengan perbandingan 5 gr antracol dan 5 cc curacron per 5 liter air. Hama yang biasa menyerang tanaman terung belanda adalah ulat bulu (Malacosoma americanum). Sedangkan penyakit yang sering menyerang tanaman terung belanda adalah layu pada tangkai buah.
 5. Panen danPasca Panen
Panen dan pasca panen adalah hal yang diharapkan oleh petani atau pengusaha terung belanda. Setelah bersusah payah melakukan penanaman dan pemeliharaan tanaman, saat panen akan mendapat hasil yang diharapkan. Dalam hal pemanenan penting sekali diperhatikan umur panen dan cara panennya. Panen harus dilakukan pada waktu yang tepat agar sesuai dengan keinginan konsumen dan baik kualitasnya. Komoditi terung belanda yang dipanen terlalu tua akan menjadi busuk dan kurang enak dikonsumsi. Apabila dipanen terlalu muda, maka kuantitas produksi akan lebih sedikit dan harga jualnya pun menjadi lebih rendah karena kurang memenuhi standar perrdagangan secara umum. Tanaman terung belanda mulai berbuah pada umur lebih kurang 1 tahun, dan buahnya sudah bisa dipanen apabila buah sudah berwarna hijau tua atau merah kecokelatan. Pemanenan buah terung belanda tergantung permintaan konsumen, apakah buah yang masih berwarna hijau atau yang sudah berwarna merah. Pemanenan buah terung belanda ini dilakukan apabila sudah ada permintaan dari pasar. Biasanya buah terung belanda sudah siap dipanen apabila sudah berumur lebih kurang 2 – 3 bulan dari mulai pembuahan. Mekanisme pemanenan, diperhitungkan pula lama pengangkutan sampai ke tangan konsumen. Sebaiknya buah yang dipetik adalah buah muda yang bijinya belum keras dan daging buahnya belum liat. Apabila pengangkutan memerlukan waktu lama, maka sebaiknya buah dipetik sebelum masak, tapi sudah tampak bernas (berisi). Waktu panen sebaiknya dilakukan saat pagi hari atau sore hari. Hindari waktu panen saat terik matahari karena dapat mengganggu tanaman dan membuat kulit terung menjadi keriput (kering) sehingga menurunkan kualitas.
Daftar pustaka