MIKROBIOLOGI
PASCA PANEN ( KASUS PADA BERAS)
Beras sebagai jenis bahan makanan, merupakan
substrat yang paling parah ditumbuhi oleh mikroba, terutama oleh jaur dan ragi.
Berbagai jenis jamur dan ragi telah
sejak lama diketahui dapat tumbuh dan berkembang didalam beras, terutama yang
termasuk kedalam jenis aspergillus, penicillium dan fusarium.
Kehadiran jamur dan ragi pada beras
berhubungan erat dan lingkungan tempat asal tersebut yaitu:
11.
Lapangan
tempat padi tumbuh dan dipelihara
22.
Kontaminasi
selama pengangkutan , pengolahan dan penyimpanan
33.
Udara
44.
Benda benda
asing seperti bagian dari tanaman lain, debu,kotoran hewan dan sebagainya yang terbawa bersama beras.
Banyak jenis jamur
dan ragi yang tumbuh pada beras yang disebut dengan jamur gudang. Ini berhubungan
erat dengan kehadirannya pada setiap tempat penyimpanan beras dimanapun berada
, terutama kalau kondisi tempat tersebut kurang/ tidak dikelola sebagaimana
mestinya.
Akibat adanya pertumbuhan jamur dan ragi pada beras,
bukan saja akan menyebabkan keadaan yang cepat diketahui seperti:
11. Penurunan
volume atau berat,
22. Perubahan
warna
33. Kadang
–kadang tercium bau asam, tetapi juga ada masalah yang sangat penting yang
berhubungan dengan kasus keracunan dan terjadinya gejala penyakit kanker yaitu
produksi dan kemudian terjadiakumulasi mikotoksin, atau toksin yang dihasilkan
oleh jamur. mikotoksin atau toksin adalah senyawa ( metabolit sekunder) yang dihasilkan oleh mikroba yang bersifat racun.
Bahkan sudah diketahui kalau jenis – jenis jamur
tersebut menyerang gabah/ bibit padi , maka adanya penurunan nilai kecambah
akan terjadi , besar kecilnya kecilnya tergantung kepada kerusakan yang terjadi
adanya pertumbuhan jamur tersebut. Conto jenis jamur penghasil mikotoksin yang tumbuh pada beras
yaitu:
11. Aspergillus
menghasilkan 34 jenis mikotoksin didapatkan pada beras sekitar 32%.
22. Penicillium
menghasilkan 45 jenis mikotoksin didapatkan pada beras sekitar 41%
33. Fusarium
menghasilkan 6 jenis mikotoksin didapatkan pada beras sekitar 17%
44. Jenis
jamur lainya tidak menghasilkan mikotoksin didapatkan pada beras sekitar 10%
FAKTOR
LINGKUNGAN
Jamur dapat tumbuh
dan berkembang pada beras, serta kemudian dapat menghasilkan mikotoksin
kalau persyaratan lingkungan nya
terpenuhi. Lingkungan yang sangat besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan
jamur serta kemungkinan dapat menghasilkan mikotoksin adalah kadar air,
temperatur, nilai substrat dan udara. Ternyata bahwa dengan kadar air saja
maka nilai 14,0% merupakan batas nilai yang tidak boleh dilampaui kalau
beras yang disimpan dapat tahan lama dan
tidak ditumbuhi oleh jenis jamur penghasil mikotosin.
Daftar pustaka
Suriawiria,U.1978. Mikrobiologi Lingkungan1.umum .Lembaga politehnik Dep.PU-ITB: Bandung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar