Rabu, 11 Mei 2016

kebutuhan kalsium untuk manusia dan mamfaat kalsium untuk tubuh manusia



  
kalsium


Tulang sebenarnya adalah jaringan hidup. Anggota national institude aging ( Nia) mengungkapkan bahwa sel khusus yang bernama osteoblas secara terus menerus menghancurkan jaringan sel yang sudah tua. Sementara itu, sel yang bernama osteoblasma bertugas  menggantikannya dengan sel yang baru.
   Ketika orang semakin tua, semakin banyak jaringan tulang yang hilang dibandingkan dengan penggantinya. Akibatnya bagian dalam tulang menjadi keropos, dan tulang menjadi semakin melemah . cara mencegah penyakit itu kita harus memenuhi kebutuhan kalsium yang dibutuhkan oleh tubuh  kita .
   kebutuhan kalsium untuk orang dewasa adalah 1000 mg/hari. Sementara  pada wanita  yang telah memasuki masa menopause, kebutuhannya meningkat menjadi 1.200 mg/hari. Jika seseorang dalam menu hariannya sering mengkomsumsi ikan terutama ikan teri , susu sayuran, keju dan lain sebagainya                  

         
Rincian kebutuhan kalsium :

  • 800 mg untuk dewasa di atas 25 tahun 
  • 1.000 mg setelah usia 50 tahun. 
  • Ibu hamil dan menyusui harus mengkonsumsi 1.200 mg kalsium per hari 


Kebutuhan kalsium anak-anak dan remaja meningkat sesuai usia:
  • Bayi berumur s.d. 5 bulan : 400 mg
  • Bayi 6 bulan s.d. 1 tahun : 600 mg
  • Anak usia 1 s.d. 10 tahun : 800 mg
  • Remaja usia 11 s.d. 24 tahun: 1.200 mg

Manfaat Kalsium Bagi Tubuh Manusia

Ada beberapa manfaat kalsium bagi kesehatan, diantaranya adalah sebagai berikut :
  • Mengaktifkan saraf
  • Melancarkan peredaran darah
  • Melenturkan otot
  • Menormalkan tekanan darah
  • Menyeimbangkan tingkat keasaman darah
  • Menjaga keseimbangan cairan tubuh
  • Mencegah osteoporosis (keropos tulang)
  • Mencegah penyakit jantung
  • Menurunkan risiko kanker usus
  • Mengatasi kram, sakit pinggang, wasir, dan reumatik
  • Mengatasi keluhan saat haid dan menopause
  • Meminimalkan penyusutan tulang selama hamil dan menyusui
  • Membantu mineralisasi gigi dan mencegah pendarahan akar gigi
  • Mengatasi kering dan pecah-pecah pada kulit kaki dan tangan
  • Memulihkan gairah seks yang menurun/melemah
  • Mengatasi kencing manis (mengaktifkan pankreas)
daftar pustaka
Kimball,J.W.1991.Biologi ( Terjemahan).Jakarta:Gramedia Aksara Pratama

Jumat, 06 Mei 2016

mikrobiologi pasca panen ( kasus yang terjadi pada beras)

MIKROBIOLOGI PASCA PANEN ( KASUS PADA BERAS)
     
 Beras sebagai jenis bahan makanan, merupakan substrat yang paling parah ditumbuhi oleh mikroba, terutama oleh jaur dan ragi. Berbagai jenis jamur  dan ragi telah sejak lama diketahui dapat tumbuh dan berkembang didalam beras, terutama yang termasuk kedalam jenis aspergillus, penicillium dan fusarium.

Kehadiran jamur dan ragi pada beras berhubungan erat dan lingkungan tempat asal tersebut yaitu:
11.      Lapangan tempat padi tumbuh dan dipelihara
22.      Kontaminasi selama pengangkutan , pengolahan dan penyimpanan
33.      Udara
44.      Benda benda asing seperti bagian dari tanaman lain, debu,kotoran hewan dan sebagainya  yang terbawa  bersama beras.

  Banyak jenis jamur  dan ragi yang tumbuh pada beras yang disebut dengan jamur gudang. Ini berhubungan erat dengan kehadirannya pada setiap tempat penyimpanan beras dimanapun berada , terutama kalau kondisi tempat tersebut kurang/ tidak dikelola sebagaimana mestinya.
Akibat adanya pertumbuhan jamur dan ragi pada beras, bukan saja akan menyebabkan keadaan yang cepat diketahui seperti:
11.      Penurunan volume atau berat,
22.      Perubahan warna
33.      Kadang –kadang tercium bau asam, tetapi juga ada masalah yang sangat penting yang berhubungan dengan kasus keracunan dan terjadinya gejala penyakit kanker yaitu produksi dan kemudian terjadiakumulasi mikotoksin, atau toksin yang dihasilkan oleh jamur.  mikotoksin atau toksin adalah senyawa ( metabolit sekunder) yang dihasilkan oleh mikroba  yang bersifat racun.

 Bahkan sudah diketahui kalau jenis – jenis jamur tersebut menyerang gabah/ bibit padi , maka adanya penurunan nilai kecambah akan terjadi , besar kecilnya kecilnya tergantung kepada kerusakan yang terjadi adanya pertumbuhan jamur tersebut. Conto jenis jamur  penghasil mikotoksin yang tumbuh pada beras yaitu:
11.      Aspergillus menghasilkan 34 jenis mikotoksin didapatkan pada beras sekitar 32%.
22.      Penicillium menghasilkan 45 jenis mikotoksin didapatkan pada beras sekitar 41%
33.      Fusarium menghasilkan 6 jenis mikotoksin didapatkan pada beras sekitar 17%
44.      Jenis jamur lainya tidak menghasilkan mikotoksin didapatkan pada beras sekitar 10%

FAKTOR LINGKUNGAN

 Jamur dapat tumbuh  dan berkembang pada beras, serta kemudian dapat menghasilkan mikotoksin kalau persyaratan lingkungan nya  terpenuhi. Lingkungan yang sangat besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan jamur serta kemungkinan dapat menghasilkan mikotoksin adalah kadar air, temperatur, nilai substrat dan udara. Ternyata bahwa dengan kadar air saja maka  nilai 14,0% merupakan  batas nilai yang tidak boleh dilampaui kalau beras yang disimpan dapat tahan lama  dan tidak ditumbuhi oleh jenis jamur penghasil mikotosin.

Daftar pustaka 
Suriawiria,U.1978. Mikrobiologi Lingkungan1.umum .Lembaga politehnik Dep.PU-ITB: Bandung